Google

14 Juni 2012

LOGIKA YANG TEPAT ATAU KELIRU?

Halo... apa kabar? rasanya sudah lama saya tidak menulis....
Untuk postingan ini, saya mencoba membahas pernyataan logika yang dibuat oleh teman di facebook.

JIKA SAYA LAPAR MAKA SAYA MAKAN
JIKA SAYA MAKAN MAKA SAYA KENYANG
kesimpulan: JIKA SAYA LAPAR MAKA SAYA KENYANG

Lho, kok kesimpulan nya aneh...
Apabila dilihat secara sepintas, terlihat pernyataan-pernyataan tersebut berhubungan. Apalagi penarikan kesimpulan merupakan teknik yang valid, yaitu penarikan kesimpulan silogisme.
lantas, apakah pernyataan-pernyataan logika tersebut sudah TEPAT atau KELIRU?...... atau jangan-jangan teori silogisme dalam logika yang bermasalah ....?

Hmmm, menurut saya, sebenarnya teori silogisme sudah benar tetapi kita perlu berhati-hati dalam menerapkannya...

Saya berpendapat bahwa pernyataan-pernyataan di atas keliru penempatannya. Coba perhatikan pernyataan kedua: jika saya makan maka saya kenyang. Pernyataan ini keliru karena belum pasti... apakah seseorang yang sudah makan maka pasti dia kenyang? hal ini belum tentu terjadi. Ada orang yang setelah makan jadi kenyang, ada pula yang setelah makan tetap biasa saja. Seharusnya, agar kalimat tersebut dapat dipertanggungjawabkan, maka bunyinya adalah: JIKA SAYA KENYANG MAKA SAYA SUDAH MAKAN. Kalimat ini dapat dipertanggungjawabkan karena orang yang kenyang pasti sudah makan. (semesta pembicaraan berhubungan dengan dunia perasaan setelah makan, jadi bukan kenyang dalam urusan lainnya)

Sekarang perhatikan pernyataan pertama: jika saya lapar maka saya makan. Senada dengan pernyataan kedua, pernyataan ini juga keliru karena belum pasti. Apakah orang yang lapar akan makan? belum tentu. kalau ia puasa, atau tidak punya uang, maka ia akan menahan laparnya. Seharusnya, agar kalimat tersebut dapat dipertanggungjawabkan, bunyinya adalah JIKA SAYA MAKAN MAKA SAYA TIDAK LAPAR.

Jadi, menurut saya, susunan kalimat di atas diubah menjadi ...................

JIKA SAYA KENYANG MAKA SAYA SUDAH MAKAN
JIKA SAYA SUDAH MAKAN MAKA SAYA TIDAK LAPAR
kesimpulan: JIKA SAYA KENYANG MAKA SAYA TIDAK LAPAR

Na...hh, menurut saya begitu. Kalau anda bagaimana? tolong utarakan alasannya......

6 komentar:

  1. Kalau yg ini 1/2 hidup = 1/2 mati, coret 1/2-nya jadinya hidup = mati???

    BalasHapus
  2. afwan. dalam aturan penarikan kesimpulan dalam logika itu sudah benar. sebab pernyataan yang dimaksudkan dalam metode inferensi tidak memperdulikan makna semantiknya. jadi setiap premis harus diasumsikan benar sehingga kesimpulannya juga benar.
    Pun kalau dibawa dalam makna semantiknya itu juga tetap benar,, karena menurut premis lapar dan kenyang tidak terjadi dalam waktu bersamaan, ada prinsip kausalitas(sebab akibat) atau ada anteseden ada konsekuen. sehingga kalau dipermsalahkan kenapa jika saya lapar maka saya kenyang, karena ada proses makan yang bersifat transitif. jadi tidak menjadi masalah selama setiap premis di munculkan ketika kita ingin mengungkapkan "jika saya lapar maka saya kenyang".. yang menjadi masalah kalau ungkpan itu langsung muncul begitu saja.. jadi mas tidak harus merevisi setiap premis dan kesimpulan dalam bentuk yang baru.. terima kasih telah mengungkapkan kasus ini,, karena dalam tes TPA biasanya orang keliru dalam hal semcam ini.

    BalasHapus
  3. JIKA SAYA LAPAR MAKA SAYA MAKAN
    JIKA SAYA MAKAN MAKA SAYA KENYANG
    kesimpulan: JIKA SAYA LAPAR MAKA SAYA KENYANG

    kalau menurut ane, kesimpulan diatas sudah benar.

    Ingat, pernyataan implikasi senilai dengan dengan pernyataan konjungsi yang pernyataan pertamanya dinegasikan. Maksud ane, kesimpulan JIKA SAYA LAPAR MAKA SAYA KENYANG ekuivalen dengan SAYA TIDAK LAPAR ATAU SAYA KENYANG.

    Gimana?

    BalasHapus
  4. Tidak salah pak. Karena untuk penarikan kesimpulan "Jika saya lapar maka saya kenyang" ini pasti ada proses menuju hal tersebut. Prosesnya yaitu MAKAN. Jadi kesimpulan diproleh karena ada prosesnya yg dalam hal ini adalah premis2 yg ada.

    BalasHapus

TERIMA KASIH ATAS KOMENTAR YANG TELAH ANDA BERIKAN.
Dan lebih berterima kasih lagi jika anda mau mengunjungi iklan yang ada di blog ini, guna kelangsungan hidup penulis